BERBAGI INFORMASI SESAMA

Desa Wayau Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong

Buruh PT CPN Kembali Ngeluruk ke Disnakertrans

TANJUNG, - Sebanyak 79 buruh harian lepas yang bekerja di PT Cakung Permata Nusa (CPN) kembali ngeluruk ke kantor Disnakertrans Kabupaten Tabalong, Senin (7/12).

Sesuai rencana mereka yang difasilitas Disnakertrans bertemu dengan managemen PT CPN terkait apakah mereka diberikan tali asih atau tidak menyusul mereka tidak lagi dipekerjakan di lahan perkebunan afdeling delta atau daerah yang kini menjadi sengketa dengan warga Wayau.

(Banjarmasin Post / mahdan basuki)

Panggilan Kekerabatan Masyarakat Banjar

Panggilan Kekerabatan Masyarakat Banjar

Seperti sistem kekerabatan umumnya, masyarakat Banjar mengenal istilah-istilah tertentu sebagai panggilan dalam keluarga.

Skema dibawah ini berpusat dari AKU sebagai penyebutnya.

Waring

?

Sanggah

?

Datu

?

Kai (kakek) + Nini (nenek)

?

Abah (ayah) + Uma (mama)

?

Kakak < AKU > Ading

?

Anak

?

Cucu

?

Buyut

?

Cicit

Panggilan untuk saudara dari ayah atau ibu;

Saudara tertua disebut Julak.

Saudara kedua disebut Gulu.

Saudara tengah dari ayah dan ibu disebut Angah.

Saudara bungsu biasa disebut Acil.

Pakacil (paman) dan Makacil (bibi).

Untuk memanggil saudara dari kai dan nini sama saja, begitu pula untuk saudara datu.

Disamping istilah di atas masih ada pula sebutan lainnya, yaitu:

minantu (suami / isteri dari anak)

pawarangan (ayah / ibu dari minantu)

mintuha (ayah / ibu dari suami / isteri)

mintuha lambung (saudara mintuha)

sabungkut (orang yang satu Datu)

mamarina (sebutan umum untuk saudara ayah/ibu)

kamanakan (anaknya kakak / adik)

sapupu sakali (anak mamarina)

maruai (isteri sama isteri bersaudara)

ipar (saudara dari isteri / suami)

panjulaknya (saudara tertua)

pabungsunya (saudara terkecil)

badangsanak (saudara kandung)

Untuk memanggil orang yang seumur boleh dipanggil ikam boleh juga menggunakan kata pian, dan kata ulun untuk menunjuk diri sendiri.

Daftar Kecamatan di Kalimantan Selatan

Nama Ibukota Kecamatan dan Jumlah Desa di Setiap Kecamatan

KECAMATAN
DISTRIC

IBUKOTA
CAPITAL CITY

JUMLAH DESA
NUMBER OF VILLAGES

Tanah Laut

Pelaihari

134

Panyipatan

Panyipatan

10

Takisung

Gunung Makmur

12

Kurau

Padang Luas

22

Bati-bati

Padang

14

Tambang Ulang

Tambang Ulang

10

Pelaihari

Pelaihari

28

Batu Ampar

Batu Ampar

14

Jorong

Jorong

10

Kintap

Kintapura

14

Kotabaru

Kotabaru

195

Pulau Sembilan

Marabatuan Baru

5

Pulau Laut Barat

Lontar

21

Pulau Laut Selatan

Tanjung Seloka

7

Pulau Laut Kepulauan

Tanjung Lalak Utara

8

Pulau Laut Timur

Berangas

14

Pulau Sebuku

Sungai Bali

8

Pulau Laut Utara

Kotabaru

21

Pulau Laut Tengah

Semisir

7

Kelumpang Selatan

Pantai

9

Kelumpang Hilir

Serongga

8

Kelumpang Hulu

Sungai Kupang

10

Hampang

Hampang

7

Sungai Durian

Sungai Durian

7

Kelumpang Tengah

Tanjung Batu

12

Kelumpang Barat

Bungkukan

6

Kelumpang Utara

Pudi

7

Pamuka Selatan

Tanjung Semelantakan

11

Sampanahan

Gunung Batu Besar

10

Pamuka Utara

Bakau

13

Pamuka Barat

Sengayam

4

Banjar

Martapura

288

Aluh-aluh

Aluh-aluh Besar

19

Beruntung Baru

12

Gambut

Gambut

13

Kertak Hanyar

Kertak Hanyar I

26

Sungai Tabuk

Sungai Tabuk Kota

21

Martapura

Murung Keraton

25

Martapura Timur

20

Martapura Barat

13

Astambul

Astambul

22

Karang Intan

Karang Intan

26

Aranio

Aranio

12

Sungai Pinang

Sungai Pinang

11

Paramasan

Paramasan Bawah

4

Pengaron

Benteng

19

Mataraman

Mataraman

15

Simpang Empat

Simpang Empat

30

Barito Kuala

Marabahan

200

Tabunganen

Tabunganen

14

Tamban

Purwosari

16

Mekar Sari

Tamban Raya

9

Anjir Pasar

Anjir Pasar

15

Anjir Muara

Anjir Muara

15

Alalak

Berangas

18

Mandastana

Sei Putik

14

Jejangkit

7

Belawang

Belawang

13

Wanaraya

Wanaraya

13

Barambai

Barambai

11

Rantau Badauh

Sei Gampa

9

Cerbon

Bantuil

8

Bakumpai

Lapasan

9

Marabahan

Marabahan

9

Tabukan

Tabukan Raya

11

Kuripan

Rimbun Tulang

9

Tapin

Rantau

131

Binuang

Binuang

8

Hatungun

Hatungun

8

Tapin Selatan

Tambarangan

10

Salam Babaris

Salam Babaris

6

Tapin Tengah

Rantau

17

Bungur

Bungur

12

Piani

Miawa

8

Lokpaikat

Lokpaikat

9

Tapin Utara

Tambaruntung

16

Bakarangan

Bakarangan

12

Candi Laras Selatan

Margasari Hulu

12

Candi Laras Utara

Margasari Hilir

13

Hulu Sungai Selatan

Kandangan

148

Padang Batung

Padang Batung

17

Loksado

Loksado

11

Telaga Langsat

Telaga Langsat

11

Angkinang

Angkinang

11

Kandangan

Kandangan

18

Sungai Raya

Sungai Raya

18

Simpur

Simpur

11

Kalumpang

Kalumpang

9

Daha Selatan

Tumbukan Banyu

23

Daha Utara

Tambak Bitin

19

Hulu Sungai Tengah

Barabai

164

Haruyan

Haruyan

17

Batu Benawa

Pagat

14

Hantakan

Hantakan

12

Batang Alai Selatan

Birayang

19

Batang Alai Timur

11

Barabai

Barabai

18

Labuan Amas Selatan

Pantai Hambawang

18

Labuan Amas Utara

Kasarang

16

Pandawan

Pandawan

21

Batang Alai Utara

Iling

14

Limpasu

Limpasu

9

Hulu Sungai Utara

Amuntai

219

Danau Panggang

Danau Panggang

23

Babirik

Babirik

23

Sungai Pandan

Alabio

50

Amuntai Selatan

Telaga Silaba

30

Amuntai Tengah

Amuntai

29

Banjang

Banjang

20

Amuntai Utara

Sungai Turak

44

Tabalong

Tanjung

131

Banua Lawas

Banua Lawas

15

Pugaan

Halangan

7

Kelua

Pulau

12

Muara Harus

Tantaringin

7

Tanta

Tanta

14

Tanjung

Jangkung

15

Murung Pudak

Belimbing Raya

10

Haruai

Nawin Hilir

13

Bintang Ara

Bintang Ara

9

Upau

Pangelak

6

Muara Uya

Muara Uya

14

Jaro

Jaro

9

Tanah Bumbu

Batulicin

117

Kusan Hilir

Pagatan

35

Sungai Loban

Sungai Loban

12

Satui

Sungai Danau

12

Angsana

Angsana

7

Kusan Hulu

Binawa

18

Kuranji

Giri Mulya

6

Batu Licin

Batu Licin

5

Karang Bintang

Karang Bintang

8

Simpang Empat

Kampung Baru

5

Mantewe

Mantewe

9

Balangan

Paringin

160

Lampihong

Lampihong

27

Batu Mandi

Batu Mandi

18

Awayan

Awayan

33

Paringin

Paringin

40

Juai

Juai

21

Halong

Halong

21

Banjarmasin

Banjarmasin

50

Banjar Selatan

Pakauman

11

Banjar Timur

Kuripan

9

Banjar Barat

Basirih

9

Banjar Tengah

Kertak Baru Ulu

12

Banjar Utara

Surgi Mufti

9

Banjarbaru

Banjarbaru

12

Landasan Ulin

Landasan Ulin

4

Banjarbaru Kota

Banjarbaru Kota

4

Cempaka

Cempaka

4

Siswi MAN Tanjung Jadi Korban Tabrak Lari

Siswi MAN Tanjung Jadi Korban Tabrak Lari

.fullpost{display:inline;}

Korban Fazzariah

Juai Tabrakan maut terjadi Senin pekan lalu (09/11) sekitar pukul 06.00 wita pada sebuah tikungan jurusan Tanjung Haruai Jalan Basuki Rahmat Desa Juai RT 03 Kecamatan Tanjung.
Korbannya pelajar puteri kelas dua pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjung yang tewas di tempat dengan luka parah pada bagian kepala setelah terlindas roda kanan belakang sebuah truck.
Peristiwa nahas yang terjadi pagi buta itu bermula ketika sebuah sepeda motor Yamaha Yupiter Z warna silver bernomor polisi DA 3625 HS yang dikendarai Safi-i (53) yang saat itu berboncengan dengan anaknya Amin (14) dan Fazzariah (17) warga desa Usih Duyun Baru RT 03 Kecamatan Bintang Ara yang meluncur dari arah Haruai menuju Arah Tanjung berusaha mendahului 2 buah mobil truck yang ada di depannya tepat di tikungan jalan ke arah kanan.
Pada saat akan menyalip mobil dump truck warna kuning bernomor polisi KT 8639 VA yang dikemudikan H Sugian Noor (38), dari arah berlawanan tiba-tiba muncul sebuah mobil Mitsubishi Colt L 300 Pick up warna putih susu dengan plat nomor DA 9950 BA yang dikemudikan Nurdin (32) warga desa Wayau RT 10.
Melihat hal itu, Rafii berusaha menghindari tabrakan dengan membelokkan stang ke arah kiri. Tapi sayang usahanya tersebut malah berujung maut setelah sepeda motornya menyenggol bagian sebelah kakan mobil dump truck. Korban Fazzariah yang hilang keseimbangan terjatuh ke sebelah kiri kemudian kepalanya terlindas ban belakang sebelah kanan mobil dump truck tersebut. Korban langsung tewas di tempat kejadian dengan kondisi kepala gepeng mengenaskan.
Sementara itu sepeda motor yang dikendarai Safii oleng ke kanan akibat tertabrak oleh mobil Mitsubishi colt L 300 yang berjalan dari arah berlawanan, namun masih dapat dikendalikan sehingga tidak sampai menimbulkan korban lainnya.
H Sugian Noor sempat diisukan melarikan diri, namun dengan koordinasi yang baik akhirnya warga Sungai Pandan Kecamatan Alabio ini berhasil diamankan saat berada di Amuntai (HSU).
Kepada petugas ia mengaku sama sekali tidak menyadari telah menabrak korban, karena salah satu ban sebelah kiri dump trucknya ternyata kempes sehingga. Ia baru mengetahuinya beberapa waktu kemudian dan berinisiatif untuk menyerahkan diri ke kepolisian di Amuntai.
Seluruh barang bukti termasuk dump truck dan pengemudinya H Sugian Noor kini diamankan di Polres Tabalong. Sepeda motor Yamaha Yupiter Z mengalami kerusakan pecah lampu bagian belakang, bengkok pijakan kaki sebelah kanan, spakbor pecah dan kerusakan tebeng sebelah kiri dan kanan.
Sementara mobil Mitsubishi col L 300 hanya mengalami kerusakan pada bagian lampu seign sebelah kanan dan pesok bagian kanan depan.
Diperkirakan tabrakan maut ini disebabkan karena Safii menyalip dalam situasi yang tidak tepat saat berada di tikungan jalan sementara 2 buah kendaraan telah berada di depannya.

Metro tanjung/siy/rif

Warga Wayau Lapor Ke Gubernur

Warga Wayau Lapor Ke Gubernur

Merasa Kasus Tidak Ditanggapi

Dengan menggunakan tiga buah kendaraan roda empat sebanyak 29 warga Wayau Kecamatan Tanjung berangkat ke Banjarmasin untuk mendatangi Kantor Gubernur Kalsel melaporkan kasus yang dihadapi mereka ke Gubernur Drs H Rudi Arifin MM.
Faturrahman sebagai juru bicara warga Wayau mengatakan maksud mereka menghadap Gubernur untuk melaporkan kasus penyerobotan tanah mereka oleh PT Cakung Permata Nusa (CPN). Selain itu warga Wayau juga mempertanyakan penerbitan HGU dari PT CPN yang tidak sesuai dengan obyeknya dari isi HGU itu sendiri tidak menyebutkan Desa wayau sebagai wilayahnya tetapi hanya Desa Kambitin Raya yang tertuang disana.
Atas persoalan ini warga dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh Kepala kantor BPN Kalsel meminta gubernur untuk menelaah kembali HGU PT CPN tersebut apakah telah sesuai dengan prosedur karena dengan melihat bukti-bukti adanya pelanggaran yang dilakukan terhadap pembuatan HGU itu, warga menduga HGU hanya dibuat diatas meja saja tanpa melibatkan masyarakat, begitu juga masalah ganti rugi, dan pemerintah sepertinya mendiamkan perusahaan CPN beraktifitas tanpa izin sejak tahun 1991 sampai tahun 2001 karena HGU baru ada pada tahun 2001, kata Fatur menuturkan permintaan warganya.
Kebrangkatan warga Wayau menghadap Gubernur juga didasari karena warga merasa Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong maupun penegak hukum seperti kepolisian sepertinya tidak serius menangani permasalahan yang dihadapi mereka dan seakan-akan kasusnya mau di petiiskan.
Dalam pertemuan itu juga warga mempertanyakan keseriusan pengusutan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dan data oleh oknum tim 15 yang sampai saat ini terkesan tidak ditindak lanjuti oleh Polda Kalsel.
Kami berharap Polda Kalsel proaktif mengusut siapa saja yang diduga menjadi dalang dari kasus ini, dan bila kepolisian kurang bukti pihaknya siap melengkapinya, harap Fatur.
Yang sangat mengejutkan lagi ternyata pemerintah daerah selama ini tidak berkoordinasi dengan Tata Pemerintahan Propinsi hal ini terungkap pada pertemuan itu karena tata pemerintahan propinsi baru mengetahui persoalan ini, hingga warga menunding pemda sepertinya menutup-tutupi persoalan warga Wayau dengan pemerintah propinsi.
Diakhir pertemuannya ketika ditemui ditempat kerjanya Fatur mengharapkan pemerintah jangan merugikan masyarakat dengan kebijakan yang dibuatnya karena pada akhirnya selalu masyarakat yang menjadi korban. Metro/tim

Penjarah Getah Dibekuk

Penjarah Getah Dibekuk, Warga Gelar Syukuran

.fullpost{display:inline;}

Juai, Tebing Siring Teka- teki warga siapa pelaku pencuri getah yang selama ini meresahkan dan merugikan warga akhirnya terungkap. Adalah Ipansyah alias Ipan (43) warga Desa Juai, Tebing Siring Kecamatan Tanjung. pelaku pencuri getah berakhir perualangannya setelah digelandang oleh aparat kepolisian ke Polsek Tanjung pada (29/09) lalu setelah menerima laporan dari H. Asdianor warga Desa Pangi yang kehilangan 2 karung getahnya.
Penagkapan Ipan yang ditengarai sebagai jagoan kampung di Desa Juai selama ini sangat ditakuti warga dan perangainya juga sangat meresahkan warga, disambut gembira oleh semua warga Juai. Saking senangnya warga dengan ditangkapnya lelaki paruh baya ini warga mengadakan selamatan syukuran dan dengan mengatas namakan semua warga seluruh RT disana membuat pernyataan agar pihak penegak hukum mengambil tindakan kepada Ipan sesuai dengan hukum yang berlaku dan warga sangat keberatan menerima kembali keberadaan Ipan ke desa mereka lagi.
Sikap penolakan warga didasari oleh kelakuan Laki-laki yang tidak tamat SD ini, hingga membuat mereka resah karena sudah cukup banyak dan sering warga menerima ancamannya, misalnya dengan mengambil tanaman buah warga, sering melakukan pengancaman terhadap warga dengan acaman akan menyelukut (membakar red) rumah warga yang berani padanya.
Menurut Kapolsek Tanjung Iptu Sumardi melalui Kanit Reskrim Bripka Adi Lesmana, Ipansayah alias Ipan ditahan karena telah mencuri getah H. Asdianoor sebanyak 3 karung dan 2 karung yang sempat terjual dengan harga Rp 506 ribu kepada pembeli getah M. Imron.
Atas perbuatannya Ipan dikenakan pasal 363 ayat (1) ke 3e KUHP tentang tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan, ujarnya.
Adi berharap dengan tertangkapnya Ipan pencurian getah yang meresahkan dan merugikan warga selama ini bisa berkurang khusunya di Desa Pangi.Metro/tim.

Maling Tewas Terjepit Pintu

Maling Tewas Terjepit Pintu

.fullpost{display:inline;}

Kapar Bulan Ramadhan oleh kaum muslim digunakan sebagai bulan mencari pahala sebanyak-banyaknya dengan meningkatkan volume ibadahnya, namun sebaliknya oleh seorang remaja yang bernama Zainudin (17) alias Udin karung warga Jalan Mufakat RT 3 Desa Kapar Murung Pudak di bulan yang penuh berkah itu, di gunakan untuk mengambil barang orang lain dengan membuka pintu kios/warung Rusman, caranya berusaha membuka tutup kios tersebut yang terbuat dari papan, namun sebelum niatnya kesampaian Zainudin terjepit disela pintu kios Rusman yang terletak di pinggir jalan sekitar pasar Kapar dengan kondisi kepala dan sebagian dada terjepit hingga remaja tersebut tewas.
Tubuh korban dengan posisi terjepit dan tidak bernyawa lagi itu ditemukan warga pada Senin (14/09) sekitar jam 05.00 Wita. Diduga takut ketahuan pelaku terburu-buru memasuki kios tanpa memperhitungkan besarnya ruang yang akan dimasukinya hingga Udin serba salah mau masuk tidak bisa, keluarpun tidak bisa hingga terjadi peristiwa yang membuat geger semua warga Kapar.
Ada pula warga yang menduga Udin melakukan tindakan hingga kehilangan nyawanya itu karena minuman keras soalnya sebelum melakukan aksinya oleh beberapa saksi mata Udin sempat menengak minuman keras bersama teman-temannya.
Oleh warga kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian setempat. Kemudian anggota polsek Murung Pudak melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab terjadinya peristiwa ini.
Menurut Kapolsek Murung Pudak AKP Adji melihat posisi pelaku saat ditemukan, pelaku memang sudah mempunyai niat mencuri dengan membuka penutup kios, tetapi terjepit saat hendak memasukinya.
Menurut beberapa informasi yang diperoleh dari warga sekitar, Udin memang dikenal sebagai anak nakal karena sering berkelahi, minum-minuman namun selama ini belum pernah berurusan dengan aparat kepolisian. Udin sejak orang tuanya berpisah tidak ada yang memberikan pengawasan dan perhatian lagi padanya sehingga warga memaklumi kalau Udin melakukan tindakan pencurian hingga tewas. Metro/tim

Petani Tabalong Gagal Panen karena Kekeringan

Petani Tabalong Gagal Panen karena Kekeringan

Tanjung, KP Kekuatiran banyak petani yang akan gagal panen karena kemarau panjang tahun ini, tampaknya sudah mulai terbukti, ratusan hektare tanaman padi yang terdapat di beberapa wilayah di Kabupaten Tabalong mulai mengering dan mati.

Matinya padi milik para petani ini kebanyakan diakibatkan, karena sawah mereka sudah lama tidak dialiri air seperti biasanya di musim hujan. Seperti halnya, sawah yang terdapat di Kampung Jawa Kecamatan Jaro, saluran irigasi yang ada tidak mampu naik untuk mengairi sawah para petani lantaran aliran sungai dari gunung juga surut.

“Air untuk mengairi tanaman padi sekarang sudah tidak bisa lagi ke sawah mereka, air irigasi dari dam Jaro sekarang, sudah sangat surut dan tidak bisa lagi mengairi sawah, tutur Sarwono, salah seorang petani di Kampung Jawa Kecamatan Jaro.

Dituturkannya, petani kebanyakan tidak menduga bila kemarau pada tahun ini sangat panjang, sehingga mereka tidak mengatur waktu tanamannya, perkiraan mereka memasuki bulan September tahun ini, sudah masuk musim hujan, ternyata tidak, sehingga sawah yang sudah mereka tanami dengan padi akhirnya mengering karena kekurangan air.

“Rata-rata sawah di Jaro ini, mengandalkan pengairan irigasi dari dam yang terletak di Desa Namun, kemarau panjang menjadikan air turun drastis hingga pada keadaan kritis seperti sekarang ini, lanjutnya.

Dibeberkan Sarwono, sampai saat ini belum ada langkah dari masyarakat maupun pemerintah yang diambil untuk mengatasi kekeringan di sana, pompanisasi juga tidak dilakukan, karena air yang dipompa debetnya sedikit sekali, petani akhirnya membiarkan padi mereka yang berusia antara dua minggu hingga satu bulan mengering dan tidak berharap akan panen tahun ini.

Tidak semua persawahan di Jaro, mengalami gagal panen karena sawah yang berada di daerah rawa masih bisa dipanen, kebutuhan airnya diperkirakan masih mencukupi hingga masa panen. Selain persawahan yang berada di daerah rawa, sawah yang musim tanamnya dimajukan oleh pemiliknya juga akan panen.

Berbeda dengan petani di Desa Kitang Kecamatan Tanjung, meski turut merasakan dampak dari kemarau panjang tahun ini, petani di sini terlalu merasakannya karena mereka hanya menggarap sawah setahun sekali, menyesuaikan dengan keadaan alam, jika sudah masuk musim penghujan maka mereka mulai menggarap sawah mereka.

Mama Amah, petani asal Desa Kitang ini, tidak terlalu merasakan dampak kemarau panjang tahun ini, karena kebiasaan ibu dua anak ini apabila menggarap lahan sawahnya, menyesuaikan dengan keadaan alam.

“Masyarakat di sini kebanyakan petani karet, jadi kalau ke sawah hanya musiman saja, terangnya.

Menurutnya, selain menanam padi di sawah, masyarakat ditempat itu juga berkebun di pinggir sungai Tabalong. “Justeru dengan adanya musim kemarau yang panjang petani merasa diuntungkan, karena air sungai Tabalong surut sehingga lahan yang ada di kanan kirinya sungai bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menanam sayur mayur seperti mentimun dan lainnya, pungkas Mama Amah. (ros/K-5)

Pencurian Getah

Jelang Lebaran Pencurian Getahpun Marak

Upau Petani karet khususnya di Kecamatan Upau resah dengan maraknya aksi pencurian getah yang beroperasi pada malam hari. Kebiasaan masyarakat petani membuat lumb yang baru bisa diambil 3 4 hari, dipohon karet sadapan, menyebabkan pencuri lebih leluasa, tidak jarang para petani yang paginya hendak mengambil (Mambangkit) getahnya harus kecewa berat karena pundi-pundi uang yang sudah terbayang didepan mata sirna seketika.
Seperti yang dialami, Royan (26) warga Desa Masingai II Kecamatan Upau, pada pagi hari, Selasa (8/9) harus menerima kenyataan getahnya raib disikat pencuri dikebun karet miliknya. Getah yang diperkirakan senilai Rp 1 juta itu dengan masa sadapan 9 hari tak dapat dinikmatinya menjelang lebaran. Royan mengaku sebenarnya uang dari hasil getah pada periode minggu itu untuk kebutuhan lebaran keluarganya.
Menurut beberapa kalangan, pelaku sudah terbiasa membaca situasi ketika hendak beroperasi, terbukti sampai sekarang tidak ada satupun si panjang tangan itu yang tertangkap dan yang membuat warga tambah geram terhadap pelaku karena hampir setiap hari ada saja getah karet warga yang di hilang. Berbagai upaya telah warga lakukan guna menangkap si pencuri getah, termasuk dengan melakukan jaga malam dilokasi kebun masing-masing, namun sepertinya pencuri tahu kalau sedang dijaga, sehingga aktivitas maling kampungan ini hampir tidak pernah kepergok. Metro/rif

Pulau Kuu Juara Madihin Se Tabalong

Pulau Kuu Juara Madihin Se Tabalong


Taman Kota Salah satu kegiatan dalam memeriahkan rangka HUT RI ke 64 di Kabupaten Tabalong dan dalam upaya melestarikan budaya daerah pihak panitia HUT RI menyelenggarakan Festival Madihin yang diikuti para pemadihin se Tabalong.
Perlombaan yang seyogyanya dilaksanakan pada selasa malam (12/08) terpaksa dilakukan penundaan keesokan harinya karena kota tanjung malam itu diguyur hujan yang deras.
Pelaksanaan lomba yang bertempat di Taman Kota Tanjung tersebut diikuti 7 peserta. Hadir dalam acara itu Bupati Tabalong Drs. H. Rachman Ramsyi, Msi, Wakil Bupati, Sekda, Dinas Sosial dan Dinas terkait lainnya serta Camat Tanjung. Acara dibuka dengan menggelar kesenian tari dari Tabalong, dan ditutup dengan pagelaran Drama Panggung Kesenian Daerah Mamanda oleh Sanggar Pusaka Tabalong yang dipimpin Jauhar Yamani dari Desa jangkung.
Dari pantauan Metro di lapangan, ternyata banyak juga warga Tabalong yang antusias terhadap kesenian daerah ini terbukti tidak sedikit warga yang menyaksikan lomba madihin hingga selesai. Madihin selain mempunyai ciri syair yang unik juga kadang diselingi dengan kelucuan hingga membuat penonton terpingkal-pingkal.
Panitia penyelenggara Lomba Nurdiansyah Nunci mengatakan pagelaran lomba Madihin ini diadakan selain untuk memeriahkan HUT RI juga diharapkan dapat melestarikan warisan kesenian daerah yang sekarang sudah mulai ditinggalkan, dan dapat memotivasi semua pihak untuk lebih memberikan dukungan agar kesenian daerah terus dapat berkembang di zaman modern sekarang ini.
Dari hasil penilaian dewan juri sebagai pemenangnya jatuh pada Zaubnuddin dari Pulau Ku.u yang terkenal sebagai daerah yang banyak mencetak pemadihinan di Kabupaten Tabalong. Juara kedua diraih juga dari warga Pulau kuu atas nama Bahrun begitu juga untuk juara Harapan I juga dari Pulau Kuu atas nama Faridah. Sedangkan untuk juara III jatuh pada Hasanah dan harapan II oleh Thamrin warga Desa Jangkung. Metro/rif.