Sejarah karet Alam

6 Jan 2010

.fullpost{display:none;}

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

Karet alam pertama kali ditemukan ketika Colombus pada tahun 1493 melihat seorang anak penduduk asli pulau Haiti sedang bermain bola hitam yang terbuat dari getah.

Setelah itu,

Thn 1763 : Mack berasal dari Perancis membuka jalan bagi pemakaian karet, dengan menemukan bahwa karet dapat dilarutkan dalam eter dan lemak terpena.

Thn 1770 : Frestry berasal dari Inggris menemukan bahwa karet dapat digunakan sebagai penghapus yang diberi nama rubber (berasal dari rub).

Thn 1803 : Dibangun pertama kali pabrik karet yang memproduksi ban karet dan pipa karet di Perancis.

Thn 1819 : Seorang manager pabrik karet di London menemukan mesin pemintal benang yang terbuat dari karet.

Thn 1823 : Macintos, Glasgow membuat dan memasarkan jas hujan yang terbuat dari kain yang dilapisi cairan atau larutan karet yang telah dilarutkan dalam pelarut.

Thn 1839 : Good year dari USA menemukan bahwa karet dapat mengeras bila dicampur dengan sulfur.

Thn 1846 : Han Cock menemukan teknik vulkanisir. Dari penemuan ini semakin berkembanglah pemakaian karet. Tetapi karena bahan baku getah karet diperoleh dari daerah Amazon, dimana suplainya tak sesuai dengan permintaan, maka pohon karet mulai ditanam dan dikembangkan di Inggris.

Thn 1876 : Weeckam berasal dari Inggris membawa pulang 70.000 benih tanaman Hevea dari Brazil dan ditanam di kebun Raya London. Hasil dari pengembangan budi daya tersebut dikirim ke Malaysia, Ceylon, dan Singapura.

Thn 1888 : Air land, Dun Lopp berhasil memasang ban berisi udara pada sepeda. Sejak saat itu menjadi terkenal dan popular.

Thn 1905 : Karet yang tumbuh di sekitar aliran Amazon tidak dibudidayakan dan dikontrol seperti perkebunan karet saat ini. Karena pengambilannya dibatasi dan pengambilan getah karetnya dibatasi pula, pedagang menjual dengan harga tinggi. Untuk menyelesaikan masalah itu, produksi karet dialihkan ke perkebunan di Asia Tenggara.

Abad 20 : Sejak ditemukannya mobil, permintaan akan karet mengalami lonjakan, karet alam menjadi benda langka. Sebagai gantinya akhirnya ditemukanlah karet sintesis.


TAGS


Comment
-

Author

Follow Me