Tusuk Perut Hingga Usus Keluar

27 Dec 2009

Tusuk Perut Hingga Usus Keluar

.fullpost{display:inline;}
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Pelayan Sari Laut coba Bunuh Diri

Muara Uya Warga Marinjim, Desa Muara Uya Kecamatan Muara Uya, Jumat dinihari sekitar pukul 02.00 (10/9) digegerkan dengan ditemukannya seorang pemuda Yudi (30) pelayan warung makan Sari Laut dirumah kontrakan, dalam keadaan terkapar bersimbah darah dengan luka robek dibagian perut hingga bagian usus keluar, kuat dugaan korban melakukan percobaan bunuh diri dengan menusuk perutnya sendiri menggunakan sebilah pisau.
Usaha percobaan bunuh diri diketahui setelah ditemukan surat wasiat yang ditulis oleh korban sendiri, yang berbunyi agar masalah ia bunuh diri jangan di besar-besarkan karena ia bunuh diri tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun dan ia merasa hidup di dunia tidak ada gunanya serta ingin menyusul keluarganya yang sudah meninggal lebih dulu.
Korban pertama kali ditemukan oleh Slamet (40) yang merupakan teman kontrakan korban. Ketika bangun dan keluar dari kamarnya, alangkah terkejutnya Slamet melihat Yudi terkapar bersimbah darah diruang tamu yang biasa digunakan korban untuk tidur.
Melihat kejadian itu, Slamet langsung menghubungi kakak kandung korban Supriyatno (45) yang tinggal tidak jauh dari rumah kontrakan tersebut, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Muara Uya karena didapati korban masih hidup. Kondisi luka korban cukup parah yakni robek di perut bekas tusukan pisau hingga organ usus keluar, bagian lengan tangan kiri juga mengalami bekas sayatan benda tajam sejenis silet. Dari Puskesmas korban lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Tanjung untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Insiden berdarah yang nyaris menghilangkan nyawa tersebut, kini sudah ditangani pihak Polsek Muara Uya, di TKP polisi mengamankan sebuah pisau dapur, silet dan selembar surat wasiat yang ditulis korban sendiri.
Supriyatno kakak kandung korban saat di temui di RSUD Tanjung menjelaskan bahwa pada pukul 02.00 ia menerima pesan singkat dari yudi yang baru di bacanya pukul 05.00 yang isinya minta tolong, namun ia mengaku tidak paham dengan sms itu karena tidak dijelaskan pertolongan apa yang mesti ia lakukan.
Sampai saat ini saya juga belum mengetahui kenapa adik saya nekad melakukan hal tersebut, ketika barusan saya tanya ia hanya menjawab tidak ada masalah apa-apa, ujar Supriyatno. Metro/Atn.


TAGS


Comment
-

Author

Follow Me