d. Berita Wayau

19 Dec 2009

2 Bandar Kupu Ditangkap

Tanjung Noraini alias Doyok (28) tertunduk lesu ketika digelandang polisi. Pelaku yang terkenal sebagai Bandar Togel Kupon Putih (Kupu) ini tidak memberikan perlawanan ketika ditangkap polisi pada saat melakukan aksinya mejual kupu dibilangan Mabuun RT.1 Kecamatan Murung Pudak, pecan tadi.
Modus penjualan yang dilakukan pelaku kepada pembeli kupu dengan menggunakan hand phone (HP). HP tersebut disamping digunakan untuk menerima permintaan dari pembeli, juga digunakan pelaku untuk menyimpan rekap nomor kupu tebakan dari pembeli.
Menurut keterangan dari polisi di Polsek Murung Pudak, hasil penjualan pada saat itu sebesar Rp.275 ribu, dan tersangka bersama barang bukti diamankan di Polsek Murung Pudak.
Sehari sebelumnya, Tim Buser Polres Tabalong dimpimpin Kanit Aipda Arifin berhasil menangkap Hasan Mahyudin (49) warga Wayau pada saat menjual kupon putih, beserta barang bukti uang sebanyak Rp.303 ribu. Semua pelaku dijerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman kurungan diatas 5 tahun penjara. metro/rz
————————————————————————————————–

Seorang Pemerkosa ABG Ditangkap

* 9 Orang Pelaku Masih Boron

Tanjung Diperkirakan sepuluh orang pemerkosa Anak Baru Gede (ABG) sebut saja Melati (nama samaran-red) masih melarikan diri. Sementara polisi masih melakukan pengejaran sampai ke Kalimantan Timur. Sementara satu orang pemerkosa AP alias Kacung (17) warga Kapar Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong berhasil dibekuk.
Menurut keterangan yang diperoleh Metro7 menyebutkan, Kacung di bekuk ketika sedang melintas di Jembatan Belly Hikun, minggu kemarin oleh anggota Polres Tabalong. Ketika diintrogasi, Kacung pada awalnya tidak mengaku, tetapi akhirnya ia mengaku telah melakukan perkosaan bersama-sama dengan kawan-kawannya di lorong Sekolah Dasar (SD) dekat Komplek Pertamina Murung Pudak.
Kasatreskrim Polres Tabalong AKP Hoberitus Sondy diwakili Kanit Buser Arifin membenarkan telah menangkap Kacung. Dan pencarian terus dilakukan khususnya empat orang pelaku yang diketaui adalah petugas Sacurity Pertamina Tanjung masing-masing bernama Hadiansyah, Ipansyah, M. Misran dan Kairani.
Kami terus melakukan pengejaran kepada semua pelaku, dan tempatnya sudah kami ketahui, ujar Arifin.

Kronologis Kejadian
Pada Kamis malam kemarin, Melati diajak oleh pacarnya Adi warga Desa Wayau Kecamatan Tanjung untuk jalan-jalan diseputaran komplek Pertamina UEP Tanjung. Namun korban justru dibawa ke areal pengeboran minyak yang jauh dari pemukiman penduduk, kemudian korban dipaksa untuk melayani nafsu setan Adi.
Karena berada didalam ancaman akan dibunuh, dan lokasi pengeboran sumur minyak yang sunyi dan angker, korban tanda daya terpaksa melayani nafsu bejat Adi. Usai melampiaskan hajatnya, Adi kemudian membawa korban Melati ke tempat temannya yang sudah menunggu sekitar 3 orang.
Dengan alasan membeli nasi bungkus, Adi kemudian meninggalkan korban bersama tiga kawannya itu. Selepas sepeninggal Adi, korban Melati kembali dipaksa oleh ketiga pemuda disana untuk melayani nafsu mereka.
Secara bergiliran korban kembali digarap oleh dua orang pelaku, hingga lemas. Dan dalam kondisi yang demikian, korban kemudian dibawa pergi oleh satu orang yang tidak sempat melampiaskan nafsunya dengan alasan untuk diantar pulang.
Diperjalanan korban Melati bukannya diantar ke rumah, tetapi justru dibawa ke kawasan perkebunan karet dan kembali digarap. Kemudian korban diturunkan di sekitar Taman Komplek Pertamina.
Dengan tertatih-tatih, Melati berjalan menuju pulang kerumah, tetapi ditengah jalan tepatnya di Kapar ia dicegat oleh beberapa orang pemuda yang sedang pesta minuman keras. Korban kembali digilir oleh beberapa orang pemuda disana. (metro7/rz)



TAGS


-

Author

Follow Me