Panggilan Kekerabatan Masyarakat Banjar

20 Nov 2009

Panggilan Kekerabatan Masyarakat Banjar

Seperti sistem kekerabatan umumnya, masyarakat Banjar mengenal istilah-istilah tertentu sebagai panggilan dalam keluarga.

Skema dibawah ini berpusat dari AKU sebagai penyebutnya.

Waring

?

Sanggah

?

Datu

?

Kai (kakek) + Nini (nenek)

?

Abah (ayah) + Uma (mama)

?

Kakak < AKU > Ading

?

Anak

?

Cucu

?

Buyut

?

Cicit

Panggilan untuk saudara dari ayah atau ibu;

Saudara tertua disebut Julak.

Saudara kedua disebut Gulu.

Saudara tengah dari ayah dan ibu disebut Angah.

Saudara bungsu biasa disebut Acil.

Pakacil (paman) dan Makacil (bibi).

Untuk memanggil saudara dari kai dan nini sama saja, begitu pula untuk saudara datu.

Disamping istilah di atas masih ada pula sebutan lainnya, yaitu:

minantu (suami / isteri dari anak)

pawarangan (ayah / ibu dari minantu)

mintuha (ayah / ibu dari suami / isteri)

mintuha lambung (saudara mintuha)

sabungkut (orang yang satu Datu)

mamarina (sebutan umum untuk saudara ayah/ibu)

kamanakan (anaknya kakak / adik)

sapupu sakali (anak mamarina)

maruai (isteri sama isteri bersaudara)

ipar (saudara dari isteri / suami)

panjulaknya (saudara tertua)

pabungsunya (saudara terkecil)

badangsanak (saudara kandung)

Untuk memanggil orang yang seumur boleh dipanggil ikam boleh juga menggunakan kata pian, dan kata ulun untuk menunjuk diri sendiri.


TAGS


-

Author

Follow Me