Warga Wayau Lapor Ke Gubernur

14 Oct 2009

Warga Wayau Lapor Ke Gubernur

Merasa Kasus Tidak Ditanggapi

Dengan menggunakan tiga buah kendaraan roda empat sebanyak 29 warga Wayau Kecamatan Tanjung berangkat ke Banjarmasin untuk mendatangi Kantor Gubernur Kalsel melaporkan kasus yang dihadapi mereka ke Gubernur Drs H Rudi Arifin MM.
Faturrahman sebagai juru bicara warga Wayau mengatakan maksud mereka menghadap Gubernur untuk melaporkan kasus penyerobotan tanah mereka oleh PT Cakung Permata Nusa (CPN). Selain itu warga Wayau juga mempertanyakan penerbitan HGU dari PT CPN yang tidak sesuai dengan obyeknya dari isi HGU itu sendiri tidak menyebutkan Desa wayau sebagai wilayahnya tetapi hanya Desa Kambitin Raya yang tertuang disana.
Atas persoalan ini warga dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh Kepala kantor BPN Kalsel meminta gubernur untuk menelaah kembali HGU PT CPN tersebut apakah telah sesuai dengan prosedur karena dengan melihat bukti-bukti adanya pelanggaran yang dilakukan terhadap pembuatan HGU itu, warga menduga HGU hanya dibuat diatas meja saja tanpa melibatkan masyarakat, begitu juga masalah ganti rugi, dan pemerintah sepertinya mendiamkan perusahaan CPN beraktifitas tanpa izin sejak tahun 1991 sampai tahun 2001 karena HGU baru ada pada tahun 2001, kata Fatur menuturkan permintaan warganya.
Kebrangkatan warga Wayau menghadap Gubernur juga didasari karena warga merasa Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong maupun penegak hukum seperti kepolisian sepertinya tidak serius menangani permasalahan yang dihadapi mereka dan seakan-akan kasusnya mau di petiiskan.
Dalam pertemuan itu juga warga mempertanyakan keseriusan pengusutan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dan data oleh oknum tim 15 yang sampai saat ini terkesan tidak ditindak lanjuti oleh Polda Kalsel.
Kami berharap Polda Kalsel proaktif mengusut siapa saja yang diduga menjadi dalang dari kasus ini, dan bila kepolisian kurang bukti pihaknya siap melengkapinya, harap Fatur.
Yang sangat mengejutkan lagi ternyata pemerintah daerah selama ini tidak berkoordinasi dengan Tata Pemerintahan Propinsi hal ini terungkap pada pertemuan itu karena tata pemerintahan propinsi baru mengetahui persoalan ini, hingga warga menunding pemda sepertinya menutup-tutupi persoalan warga Wayau dengan pemerintah propinsi.
Diakhir pertemuannya ketika ditemui ditempat kerjanya Fatur mengharapkan pemerintah jangan merugikan masyarakat dengan kebijakan yang dibuatnya karena pada akhirnya selalu masyarakat yang menjadi korban. Metro/tim


TAGS


-

Author

Follow Me