Pencurian Getah

26 Sep 2009

Jelang Lebaran Pencurian Getahpun Marak

Upau Petani karet khususnya di Kecamatan Upau resah dengan maraknya aksi pencurian getah yang beroperasi pada malam hari. Kebiasaan masyarakat petani membuat lumb yang baru bisa diambil 3 4 hari, dipohon karet sadapan, menyebabkan pencuri lebih leluasa, tidak jarang para petani yang paginya hendak mengambil (Mambangkit) getahnya harus kecewa berat karena pundi-pundi uang yang sudah terbayang didepan mata sirna seketika.
Seperti yang dialami, Royan (26) warga Desa Masingai II Kecamatan Upau, pada pagi hari, Selasa (8/9) harus menerima kenyataan getahnya raib disikat pencuri dikebun karet miliknya. Getah yang diperkirakan senilai Rp 1 juta itu dengan masa sadapan 9 hari tak dapat dinikmatinya menjelang lebaran. Royan mengaku sebenarnya uang dari hasil getah pada periode minggu itu untuk kebutuhan lebaran keluarganya.
Menurut beberapa kalangan, pelaku sudah terbiasa membaca situasi ketika hendak beroperasi, terbukti sampai sekarang tidak ada satupun si panjang tangan itu yang tertangkap dan yang membuat warga tambah geram terhadap pelaku karena hampir setiap hari ada saja getah karet warga yang di hilang. Berbagai upaya telah warga lakukan guna menangkap si pencuri getah, termasuk dengan melakukan jaga malam dilokasi kebun masing-masing, namun sepertinya pencuri tahu kalau sedang dijaga, sehingga aktivitas maling kampungan ini hampir tidak pernah kepergok. Metro/rif


TAGS


Comment
-

Author

Follow Me