6. Wisata

21 Jun 2009

————————————————————————————————

Obyek Wisata Tanjung Puri Berbenah

tanjung-puriWisata Tanjung Puri Indah akan ditanami sebanyak 250 jenis pohon langka yang ada di Tabalong.

Terlantarnya objek wisata Tanjung Puri Indah ini, dari pemerintah daerah sempat menjadi perbincangan di masyarakat maupun di kalangan pejabat setempat, ungkap Kepala Dinas Sosial Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tabalong Drs H Birhasani, kepada wartawan, belum lama tadi, di Tanjung.

Hal ini, sambungnya, karena tempat ini satu-satunya objek wisata yang terdekat dari kota Tanjung, bagi wisatawan lokal untuk berwisata bersama keluarga.

Diakuinya, objek wisata ini dulu sempat menjadi tempat yang ramai dikunjungi oleh masyarakat setempat, untuk melepas lelah selama satu minggu beraktivitas. Namun, sekarang jarang ada yang mau ke sana, karena tempat ini kurang terawat, beber Birhasani.

Baru-baru ini, objek wisata berupa danau ini, menjadi perhatian khusus bagi pihaknya, untuk mengembalikan daya tarik objek wisata ini, sebagai wisata andalan dari Kabupaten Tabalong ini,

dengan menanam sebanyak 250 pohon langka khususnya yang ada di daerah ini.

Dia, juga mengatakan bahwa pihaknya hanya melanjutkan keinginan dari pemerintah kabupaten terdahulu. Waktu itu, yang menjadi Bupati Tabalong H Nur Aidi, sempat menginginkan menanam bermacam pohon dari buah yang ada di Tabalong, seperti langsat, durian, manggis dan lain-lain, sebut Birhasani.

Untuk mengumpulkan jenis tanaman langka ini, tentunya tidak mudah. Kita hanya punya anggaran Rp25 ribu per jenis pohon, makanya kita bilang ini cukup sulit, tandasnya.

Untuk mencari bibit manggis saja misalnya, kalau kita tidak sengaja menanam dari biji, sulit untuk mencarinya. Ini belum pemeliharaan, sementara masih baru ditanam, tambahnya.

Menurutnya, kegiatan menanam 250 jenis pohon ini akan segera dilaksanakan, dan sekarang sudah dalam tahap pencarian bibit dan pembersihan lahan. Untuk keindahan lokasi, pihaknya sudah melakukan pengecatan pada pagar agar terlihat asri dan bagus.

Adapun jenis pohon yang akan ditanam tidak hanya pohon yang mendatangkan buah, tetapi pohon apa saja yang dipandang langka akan kita tanam di sana, misalnya pohon ulin dan lain-lain, pungkas Birhasani.

————————————————————————————————

Goa liang kantin

Terletak di kaki gunung Batu Kumpai di Desa Gendawang Kecamatan Muara Uya Kab. Tabalong. Lokasi obyek wisata ini ditempuh dalam jarak 52 km dari tepi jalan raya lintas Banjarmasin Balikpapan. Dilokasi Obyek Wisata ini selain dapat menikmati panorama pegununungan yang indah juga akan menikmati pula pemandangan dalam goa yang menarik. Konon goa ini menyimpan legenda rakyat yang dibuktikan dengan bentuk-bentuk batu dan ruangan goa yang menyerupai kantin.

——————————————————————————–


Air terjun Lano

Wisata Air Terjun Lano merupakan obyek wisata alam yang menarik dan terletak di kawasan hutan di Desa Lano Kecamatan Jaro 2 km dari perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Topografi wilayah di kawasan ini berbukit dan bergunung dengan panorama alamnya yan cukup indah di kelilingi hutan yang lebat. Jarak tempuh obyek wisata ini dari Kota Banjarmasin 330 km dan dari Ibukota Kab 85 km, dengan jalan aspal hotmix karena berada pada sisi lintas jurusan Banjarmasin Balikpapan.

————————————————————————————————

Objek wisata Tanjung Puri

Tabalong- Lesunya sektor pariwisata di Kabupaten Tabalong, membuat pemkab setempat berencana mengembangkan salah satu objek wisata andalan, Tanjung Puri.

Selama ini kondisi objek wisata ini mengenaskan. Pagar pembatasnya yang terbuat dari kayu banyak yang lapuk bahkan bolong-bolong sehingga terlihat kumuh.

Objek wisata yang mengandalkan pemandangan alam berupa danau alam seluas satu hektare (ha) itu rencananya akan disulap menjadi kawasan wisata yang lebih asri. Saat ini pemerintah melalui instansi terkait seperti Dinas Kesejahteraan Sosial dan Pariwisata tengah membahas masalah tersebut.

“Kita prihatin karena aset wisata Tabalong mengalami kemunduran dan kurang terawat. Kita akan perbaiki dan mempercantiknya, mungkin dengan menambah fasilitas hiburan, dilengkapi dengan kebun buah dan lain-lain,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Tabalong, Abdel Fadillah belum lama ini.

Perbaikan aset wisata di Desa Kasiau Kecamatan Murung Pudak tersebut rencananya dilakukan dalam waktu dekat.

Tanjung Puri adalah sebuah danau alam. Untuk ke sana diperlukan waktu sekitar 40 menit dari pusat Kota Tanjung dengan jarak tempuh sekitar 20 kilometer.

Selain menyuguhkan pemandangan, tempat wisata itu juga dilengkapi rumah makan berupa gazebo atau saung di pinggiran danau. Pengunjung bisa menghabiskan waktu bersantai dengan makan atau menikmati bermacam fasilitas sepeda air dengan tarif per orang Rp 5.000, kolam bola dengan tarif Rp 3.000 per anak atau sebuah camping ground.

Andi, pengelola wisata mengatakan, segmen yang dibidik wisata Tanjung Puri adalah keluarga. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk kelompok-kelompok tertentu seperti instansi pemerintahan atau perusahaan swasta yang ingin menggelar suatu kegiatan.

“Tempat ini bisa disewa sebagai ajang outbound atau camping, kita tetap melayani,” ujarnya. Untuk masuk ke lokasi wisata pengunjung tidak dipungut biaya, kecuali pada moment tertentu seperti pergantian akhir tahun.

Dana terkumpul diperlukan untuk mengganti band pengisi acara, itu pun cuma Rp 1.000 per orang. Keunikan lain di taman setempat adalah menu yang disiapkan di rumah makannya. Di sana tidak cuma menawarkan menu ikan seperti mas nila dan patin, tapi bila pengunjung menginginkan juga bisa disediakan udang, sate rusa, dan lain-lain. Tentunya harus dipesan dulu agar bisa dipersiapkan.

Sumber www.banjarmasinpost.co.id

————————————————————————————————

Obyek wisata Kinarum Indah

Obyek wisata dalam Kinarum Indah sangat menarik karena riak dan hempasan air yang mengalir di sela-sela batu hampar yang luas. Batu ini mempunyai legenda tersendiri sesuai dengan beda warnanya.

Dari alkisah masyarakat, batu tersebut jatuh ketika sedang di bawa oleh seorang sakti yang bermaksud membendung Sungai Jaing guna mencari sang Putri. Hingga sekarang lokasi Kinarum Indah sering dijadikan oleh masyarakat sebagai tempat meminta hajat/doa keselamatan sesuai dengan adat budaya masyarakat Dayak setempat. Lokasi obyek wisata ini terletak di Desa Kinarum dan ditempuh dalam jarak 45 km dari ibukota Kabupaten dan 6 km dari ibukota Kecamatan Upau.

Topografi wilayah di kawasan ini berbukit dan bergunung dengan panorama alamnya yang cukup indah dikelilingi hutan yang lebat. Jarak tempuh obyek wisata ini dari ibukota Propinsi 330 km dan dari ibukota Kabupaten 85 km, dengan jalan aspal hotmix berada pada sisi lintas jurusan Kota Banjarmasin dan Kota Balikpapan.


TAGS


-

Author

Follow Me